Waspadai Hal-Hal yang Menyebabkan Hepatitis C

Waspadai Hal-Hal yang Menyebabkan Hepatitis C

Hepatitis atau peradangan hati, hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti mengonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan dan infeksi virus hepatitis. Virus hepatitis memiliki beberapa jenis, yakni hepatitis A, B, C, D dan  E. Virus hepatitis tipe C (HCV)  merupakan salah satu yang berbahaya, oleh sebab itu, sebaiknya kenali penyebab hepatitis C, berikut ini.

Penyebab

Virus hepatitis tipe C (HCV) ditularkan dengan cara kontak darah. Jadi, HCV akan menular jika terjadi paparan darah dari orang yang sudah terinfeksi ke orang yang belum, meskipun dalam jumlah yang sangat kecil.

Ada beberapa hal yang memiliki resiko tinggi tertular HCV, salah satunya melakukan tindakan yang menyebabkan luka terbuka dengan alat yang tidak steril, seperti pengobatan tradisional, tindakan medis, tato, tindik dan hal lainnya yang serupa. Orang yang pernah melakukan transfusi darah atau hemodialisa (cuci darah) juga memiliki resiko yang tinggi tertular HCV.

Selain itu, ada pula hal yang dapat menularkan HCV namun resikonya terbilang kecil, seperti tertusuk jarum suntik, penularan dari ibu dan janin melalui plasenta atau ASI, menggunakan barang yang memungkinkan terjadi kontak darah—sikat gigi, gunting kuku atau pisau cukur—melakukan seks bebas tanpa pengaman dan menggunakan narkoba jenis suntik.

Banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang penularan hepatitis C, seperti pemakaian tisu toilet, penggunaan alat makan dan minum bersamaan, batuk, bersin, berciuman, berpelukan, melalui kolam renang dan gigitan nyamuk atau serangga lainnya. Faktanya semua hal tersebut tidak dapat menularkan HCV.

Gejala

Gajala awal, 1—3 bulan setelah tertular, hepatitis tipe C tidak terlalu khas, bahkan pada beberapa orang gejalanya tidak muncul. Namun, gejala umum yang mungkin muncul, antara lain adalah warna kulit dan mata menjadi kuning (jaundice), urin berwarna gelap seperti teh, feses pucat seperti dempul, demam, mudah lelah, mual, muntah, tidak nafsu makan dan nyeri lambung.

Gejala yang lebih khas akan muncul saat sudah memasuki fase kronis—setelah bertahun-tahun setelah tertular—atau pada fase awal yang berkembang menjadi buruk. Umumnya gejala yang muncul akibat kondisi hati yang sudah rusak parah.

Gejala tersebut antara lain adalah, mudah berdarah, mudah memar, kulit gatal, penumpukan cairan di perut, pembengkakan di kaki, penurunan berat badan, enselopati hepatic—linglung, mudah ngantuk dan bicara tidak jelas—dan Spider angioma, di mana pembuluh darah terlihat seperti sarang laba-laba yang nampak pada kulit.

Pencegahan

Cara yang paling efektif untuk mencegah tertular HCV adalah dengan menghindari berbagai faktor yang sudah dijelaskan di atas. Bagi Anda yang memiliki resiko tinggi, seperti petugas medis dan orang yang pernah tato atau tindik, sebaiknya lakukan pemeriksaan HCV di laboratorium secara rutin.

Demikianlah pembahasan singkat tentang hal-hal yang menjadi penyebab hepatitis C. Jika muncul gejala-gejala seperti yang dijelaskan di atas, sebaiknya segeralah konsultasikan ke dokter. Informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup, parenting, ibu dan anak bisa Anda baca di laman parenting.orami.co.id.