Kenali Gejala Cervical Ectropian yang Bisa Ganggu Pernikahan

Kenali Gejala Cervical Ectropian yang Bisa Ganggu Pernikahan

Jika Anda mengalami kondisi keluar darah sedikit saat berhubungan tapi tidak sakit, maka Anda perlu waspada. Kondisi ini bisa menjadi alarm bagi Anda bahwa ada yang tidak beres dengan kesehatan tubuh. Beberapa orang mungkin akan merasa takut dengan keluarnya darah, tetapi pada umumnya, kondisi ini normal terjadi pada wanita yang masih muda.

Apa Itu Cervical Ectropian?

Cervical Ectropian sering juga dikenal sebagai erosi serviks dimana sel-sel kelenjar yang seharusnya berada di leher rahim, justru tumbuh di luar serviks. Kondisi ini akan membentuk daerah peradangan yang terinfeksi dan tergerus.

Bagi orang awam, mungkin akan khawatir ketika mengalami hal ini. Padahal, kondisi ini tidak berbahaya dan tidak berkaitan dengan perkembangan kanker serviks. Jadi, Anda tidak perlu begitu khawatir, tapi tetap saja jangan sampai lengah dengan kondisi yang lebih para.

Gejala Cervical Ectropian

Biasanya, gangguan ini tidak menimbulkan bahaya atau bahkan gejala. Namun, rasa nyaman akan muncul ketika Anda mengalami hal ini. Beberapa tanda yang bisa Anda perhatikan sebagai gejala Cervical Ectropian, yaitu:

  1. Keputihan yang cukup banyak, tetapi tidak menimbulkan bau. Jika muncul bau tidak sedap, mungkin terjadi infeksi yang harus Anda waspadai.
  2. Keluar darah sedikit saat berhubungan tapi tidak sakit
  3. Perdarahan antara waktu haid
  4. Perdarahan seusai melakukan hubungan

Gejala di atas mungkin terbilang masih umum dan tumpang tindih dengan penyakit kelamin lainnya. Oleh karena itu, jika kondisi ini cukup mengganggu, maka Anda bisa segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab Cervical Ectropian

Beberapa orang, terutama wanita yang belum menikah, mungkin masih asing dengan situasi semacam ini. Tapi, Anda juga perlu tahu apa saja penyebab hingga membuat darah sedikit keluar ketika melakukan hubungan.

Wanita muda seringkali mengalami perubahan hormon, baik karena penggunaan pil KB maupun kehamilan muda. Ketika sedang mengalami siklus haid, tubuh akan memproduksi hormon estrogen. Peningkatan hormon ini mengakibatkan serviks membuka dan membengkak sehingga sejumlah sel kelenjar berpindah keluar serviks.

Bisa dibilang penyakit ini tidak begitu serius dan berbahaya, akan tetapi jika dibiarkan terus menerus bisa berbahaya bagi kesehatan. Penyakit ini membuat tubuh rentan terhadap berbagai jamur dan bakteri sehingga bisa menyebabkan datangnya penyakit lain yang justru lebih berbahaya.

Meskipun gejala ini terlihat tidak berbahaya, tapi tetap saja Anda harus lebih memperhatikan perubahan kondisi tubuh seperti ini. Jika penyakit ini terjadi berulang kali, sering dan disertai kondisi tertentu lainnya, maka Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

Anda perlu mewaspadai penyakit yang bisa muncul akibat kondisi keluar darah sedikit saat berhubungan tapi tidak sakit ini. Untuk itu, informasi bermanfaat mengenai penyakit ini harus Anda dapatkan dari orami agar bisa memberikan tips dalam menjaga kesehatan, terutama bagi para ibu yang sedang mengandung.